Skip to content
BibleKenya

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga

Amsal 9

Kepuasan belajar dari Sang Hikmat

Sang Hikmat sudah membangun rumahnya dengan kokoh,

ditopang tujuh tiang1 yang kuat.

Dia sudah menyediakan pesta makan yang mewah

dengan daging yang paling lezat

dan campuran air anggur paling istimewa.

Semua sudah disajikan dengan indah di mejanya.

Dia sudah menyuruh para pelayan perempuan untuk mengumumkan undangannya.

Sementara itu, Sang Hikmat sendiri berseru-seru

dari tempat tertinggi di kota,

“Hai orang yang belum berpengalaman,

datanglah ke rumahku.”

Dan kepada yang tak berakal budi dia berkata,

“Mari! Makanlah roti dan minumlah anggur

yang sudah aku siapkan.

Tinggalkan pikiran sempitmu2 agar engkau bahagia

dan majulah terus dalam pemahaman.”

Prinsip-prinsip dasar yang diajarkan oleh Sang Hikmat

“Aku, Sang Hikmat, mengajarkan:

Bila engkau menegur orang yang suka menghina,

dia hanya akan menghinamu.

Dan bila engkau berusaha meluruskan orang jahat,

dia hanya akan menyakitimu.

Tak usah menegur orang yang suka menghina

karena dia hanya akan membencimu.

Tegurlah orang bijak, maka dia akan mengasihimu.

Ajarilah orang bijak, maka dia akan semakin bijak.

Ajarilah orang yang berkelakuan benar,

maka dia akan semakin berpengertian.

“Sikap hormat dan takut akan TUHAN

adalah cara yang pertama dan terutama untuk menjadi bijak.

Mengenal Sang Mahakudus

adalah jalan untuk memiliki pengertian.

Hiduplah menurut ajaranku,

maka engkau akan berumur panjang.

Bila engkau bijaksana,

engkau sendiri yang akan menikmati hasilnya.

Bila engkau suka menghina,

engkau sendiri yang akan menanggung akibatnya.”

Sang Kebebalan melawan Sang Hikmat

Kebebalan bagaikan seorang perempuan

yang berkepala kosong, bodoh, dan suka keributan.

Dia suka duduk di depan pintu rumahnya,

atau di tempat-tempat yang tinggi di kota.

Dia menggoda para lelaki yang lewat,

dan kepada siapa saja yang belum berpengalaman,

dia membujuk,

“Mari masuk ke rumahku.”

Kepada yang tak berakal budi, dia merayu,

“Kenikmatan yang tidak halal lebih enak rasanya,

apalagi saat dinikmati sembunyi-sembunyi.”3

Namun, para lelaki yang dia rayu tidak tahu

bahwa rumahnya bagaikan liang Syeol

di mana tamunya terjerumus begitu dalam!4

Source notes (4)
  1. Footnote tujuh tiang Dalam Firman TUHAN, angka tujuh sering mempunyai arti simbolis, yakni sebagai lambang kelengkapan atau keutuhan, dan menunjukkan kesempurnaan Allah.
  2. Cross-reference Ams. 1:4
  3. Cross-reference Ams. 5:15
  4. Cross-reference Kej. 37:35; Ams. 7:27

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga. Copyright © 2021 oleh Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata) dan Pioneer Bible Translators International. Licensed under CC BY-SA 4.0. Source: eBible.org. Typeset from the source files; no intended changes to scripture wording. BibleKenya is not endorsed by the rights holder.

Full source notice & licence · CC BY-SA 4.0 · SourceEdition imported 2026-10-25.

BibleKenya

Reader settings

Theme
Font
Alignment
Reading width

Saved in this browser and used offline too. Press ? for keyboard shortcuts.