Skip to content
BibleKenya

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga

Amsal 7

Anakku, berpeganglah pada nasihatku

dan ingatlah perintah-perintah ini dengan baik.

Taatilah semuanya itu agar engkau hidup bahagia.

Jagalah ajaranku seperti engkau melindungi matamu sendiri.

Seperti cincin kawin selalu melekat di jari manis,

demikianlah nasihatku tidak boleh lepas darimu.

Ukirkanlah itu di dalam hatimu.

Jadikanlah kebijaksanaan dan pengertian

sebagai sahabat terdekatmu,

supaya engkau terlindung dari istri orang

yang menggodamu dengan bujuk rayunya.

Memang banyak pemuda yang tak berpengalaman,

tetapi ada satu yang paling bodoh,

yang aku perhatikan dari jendela rumahku.

Aku melihat saat dia berbelok dan menyusuri jalan

yang melewati rumah seorang perempuan nakal.1

Senja mulai turun waktu itu,

dan dia hampir tak terlihat di tengah gelapnya petang.

Lalu datanglah perempuan nakal itu mendekatinya

dengan pakaian seperti pelacur

dan maksud tersembunyi di dalam hatinya.

Perempuan itu tak bisa diam dan serong hidupnya.

Dia sudah lupa di mana rumahnya!

Sebentar dia di jalanan,

sebentar kemudian di alun-alun.

Dia selalu mencari mangsa di tiap sudut kota.

Segera perempuan itu memeluk pemuda tadi dan menciumnya.

Dengan tampang tak berdosa si perempuan berkata,

“Hari ini aku sudah menyelesaikan persembahan terakhir

untuk memenuhi janji di rumah TUHAN.

Jadi kita bisa menikmati daging dari kurban tanda damai2 tadi.

Karena itu aku keluar untuk menemuimu.

Aku mencarimu, dan sekarang menemukanmu.

Aku sudah menyiapkan tempat tidur

dengan kain yang indah berwarna-warni dari Mesir,

juga mengharumkannya dengan mur, gaharu, dan kayu manis.

Mari kita bercinta sampai puas hingga pagi,

dan bersenang-senang menikmati birahi,

karena suamiku tidak ada di rumah.

Dia tidak akan pulang sebelum akhir bulan,

karena dia membawa sangat banyak uang

untuk mengurus sesuatu di tempat yang jauh.”

Dengan rayuan manis yang menggoda,

perempuan itu berhasil menangkap si pemuda.

Pemuda itu pun serta-merta mengikutinya

seperti sapi yang tidak melawan saat dibawa ke tempat pemotongan

atau seperti rusa yang menginjak jerat.

Dia tidak mengetahui bahaya sampai anak panah menembus hatinya.

Bagaikan burung yang melesat ke dalam perangkap,

demikianlah pemuda itu tanpa sadar sudah membahayakan hidupnya.

Jadi anakku, dengarkan sungguh-sungguh perkataanku.

Jangan biarkan hatimu mengikuti perempuan seperti itu

dan jangan tersesat di jalan hidupnya.

Karena bukan main banyaknya

orang yang dihancurkan oleh perempuan seperti itu.

Tak terhitung jumlah mereka yang binasa

akibat godaan perempuan sundal.

Rumahnya bagaikan liang Syeol

di mana tamunya terjerumus begitu dalam!

Source notes (2)
  1. Cross-reference Ams. 2:16
  2. Footnote persembahan terakhir … kurban tanda damai Jenis persembahan yang diberikan perempuan ini sebenarnya tidak diketahui dengan jelas. Aturan dalam memberikan ‘kurban tanda damai’ mengacu pada Im. 7:11-18. Jika persembahan merupakan kurban untuk memenuhi janji, maka daging dari kurban itu boleh dimakan sampai hari berikutnya (Im. 7:16). Di ayat ini, ajakan si perempuan untuk makan daging dari kurban hanyalah sebuah alasan, dan tujuan sebenarnya ada di ayat 18.

Alkitab Terjemahan Sederhana Indonesia, Edisi Ketiga. Copyright © 2021 oleh Yayasan Alkitab BahasaKita (Albata) dan Pioneer Bible Translators International. Licensed under CC BY-SA 4.0. Source: eBible.org. Typeset from the source files; no intended changes to scripture wording. BibleKenya is not endorsed by the rights holder.

Full source notice & licence · CC BY-SA 4.0 · SourceEdition imported 2026-10-25.

BibleKenya

Reader settings

Theme
Font
Alignment
Reading width

Saved in this browser and used offline too. Press ? for keyboard shortcuts.